INOVASI SEGI BERANTING (SEHATKAN GIGI, BERSAMA CEGAH STUNTING)
Stunting telah menjadi perhatian dunia yang menurut
WHO adalah keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak diakibatkan oleh
malnutrisi, infeksi berulang dan kurangnya stimulasi psikososial. Ibu sebagai
sosok pertama dan dominan dalam hidup anak dan juga ayah yang tidak bisa
dihilangkan perannya, bertanggungjawab untuk memastikan pola pengasuhan dalam
menjaga kesehatan anak, terutama masalah kesehatan gigi. Sebelum jauh berbicara
tentang kesehatan gigi anak, bahkan status nutrisi dari ibu hamil sangat besar
berpengaruh ke anak yang akan lahir. Kekurangan beberapa mikronutrien saat
hamil berhubungan erat dengan stunting pada masa anak usia dini, yang
mempengaruhi kesehatan hingga dewasa. Kekurangan gizi pada janin berkaitan juga
dengan karies gigi pada anak usia dini, terutama saat gigi susu mulai dibentuk
selama masa kehamilan ibu, terganggu pada saat pembentukan enamel.
Inovasi SEGI BERANTING hadir untuk berkontribusi dalam
melakukan pencegahan sejak dini dimulai dari calon pengantin sebelum menjadi
seorang ibu dan ayah, ibu hamil dan ibu balita untuk diberikan edukasi mengenai
kesehatan gigi dan mulut dan memberikan pemahaman seberapa penting kesehatan
gigi dan mulut yang akan berdampak pada kualitas hidup anak yang berakibat
terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak. Selama ini, edukasi kesehatan
gigi dan mulut tidak pernah ada dalam penerapan edukasi calon pengantin, ibu
hamil dan ibu balita. Sehingga, akses mereka untuk mendapatkan edukasi sangat
sedikit dan yang terjadi selama ini adalah mereka datang ke dokter gigi hanya
saat ketika giginya sedang sakit atau bahkan ketika gigi berlubang tidak bisa
diselamatkan kembali. Ini semua terjadi karena kesehatan gigi dan mulut masih
sangat dianggap tidak berpengaruh dan tidak terlalu penting akan kualitas hidup
anak, padahal asupan nutrisi masuk ke dalam tubuh dengan baik apabila kita
memiliki gigi yang baik pula.
Pelaksanaan inovasi SEGI BERATING sudah dilaksanakan kepada 3 sasarannya, yaitu
1. Catin (Calon Pengantin), meliputi pemeriksaan gigi di puskesmas dan penyuluhan bersama petugas catin di KUA. Sebelumnya di tahun 2024, tidak pernah dilakukannya pemeriksaan gigi pada Catin di UPTD Puskesmas Girimaya karena hanya dilakukannya beberapa pemeriksaan wajib dari program pemerintah. Sehingga, pada 2025 sejak inovasi ini diterapkan maka pemeriksaan gigi diikutsertakan dalam pemeriksaan catin. Ada catin yang akhirnya mau merawat giginya seperti melakukan penambalan gigi dan pembersihan karang gigi.
3. Ibu Balita, meliputi kegiatan penyuluhan bersama petugas KIA di Kelas Ibu Balita